Sistem Rayonisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Jawa Tengah

Sistem rayonisasi Penerimaan Peserta Didik Baru sejatinya sudah digagas Kemendikbud dalam beberapa tahun terakhir. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 menegaskan seleksi calon peserta didik baru untuk SD, SMP dan SMA atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan prioritas pertama berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi.

Rayonisasi adalah pembagian wilayah berdasarkan tempat tinggal calon peserta didik dengan mempertimbangkan jumlah lulusan masing-masing wilayah.

Penerimaan siswa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 untuk SMA Negeri di Jawa Tengah menggunakan sistem rayonisasi (zona). Sistem rayonisasi tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2017 tentang PPDB pada SMA negeri dan SMK negeri di Jateng.

Seperti diketahui sejak awal tahun 2017 pengelolaan atas sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di Jawa Tengah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi dari Pemerintah Kota/Daerah. Sehingga penentu kebijakan Penerimaan siswa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi kewenangan Pemprov.

Poin penting kebijakan PPDB SMA menyangkut rayonisasi bahwa Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru harus memperhatikan kan calon peserta didik yang tempat tinggalnya di lingkungan sekitar satuan pendidikan tersebut, terutama calon peserta didik dari keluarga miskin yang tempat tinggalnya di sekitar satuan pendidikan tersebut.

Ketentuan Seleksi PPDB SMA

Menggunakan rayonisasi dengan menunjukkan KK di wilayah Kabupaten/Kota masing-masing terhitung paling sedikit 6 (enam) bulan tinggal di Kabupaten/Kota yang bersangkutan sebelum waktu pendaftaran. Ketentuan ini dikecualikan bagi PNS, anggota TNI,anggota POLRI, dan karyawan BUMN yang karena penugasan kepada orang tuanya diberlakukan ketentuan rayonisasi sesuai surat penugasan kepada orang tua yang bersangkutan.

Aturan Rayonisasi

1.Pembagian wilayah dalam rayonisasi mempertimbangkan daya tampung dengan jumlah peserta didik, dan sekaligus untuk pemerataan akses dan peningkatan mutu pada wilayah tersebut.

2.Klasifikasi rayonisasi terdiri dalam rayon, dalam kota/kabupaten, luar kota/kabupaten, luar provinsi.

3.Batasan wilayah rayonisasi dimaksud adalah :

  • dalam rayon: wilayah dalam kecamatan tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan yang dipilih sebagai tujuan tempat pendaftaran.
  • dalam Kota/Kabupaten : wilayah kota/kabupaten tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan yang dipilih sebagai tujuan tempat pendaftaran.
  • luar Kota/Kabupaten : wilayah kota/kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan yang dipilih sebagai tujuan tempat pendaftaran.
  • luar Provinsi: wilayah provinsi di luar Provinsi Jawa Tengah tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan yang dipilih sebagai tujuan tempat pendaftaran;

4.Ketentuan rayonisasi Penerimaan Peserta Didik Baru diatur sebagai berikut :

a.penerimaan Peserta Didik Baru dalam rayon paling sedikit 50 persendari tampung satuan pendidikan;
b.penerimaan Peserta Didik Baru dalam kota/kabupaten maksimal 40 persen
d.penerimaan Peserta Didik Baru luar kota/kabupaten maksimal 7 persen
e.penerimaan Peserta Didik Baru luar provinsi maksimal 3 persen.

Proses penerimaan peserta didik baru pada SMK Negeri tidak diberlakukan rayonisasi namun didasarkan atas kriteria, persyaratan, dan hasil seleksi.

Daftar Rayonisasi SMA

Berikut daftar rayonisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) wilayah Kota Semarang (untuk Kabupaten atau kota lain di Jawa Tengah dapat dilihat/unduh pada link yang disediakan)

Keterangan

  • Kuota luar kota/kabupaten 7  %
  • Kuota luar provinsi 3 %

Download daftar lengkap rayonisasi seluruh SMA di Jawa tengah

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *